Saturday, August 29, 2009

12 langkah agar puasa di terma allah

12 Langkah Agar Puasa Kita Sempurna
Agar puasa kita dapat sempurna ada beberapa tips yang mesti kita perhatikan. Untuk itu Al-Madina mencoba mengangkat sebuah tulisan dari Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Jarullah dalam buku beliau yang berjudul Risalah Ramadhan tentang langkah-langkah menggapai kesempurnaan ibadah puasa yang berisikan:

Makanlah sahur, sehingga membantu kekuatan fisikmu selama berpuasa. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah."
(HR. Bukhari dan muslim)

"Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang ". (HR. Ibnu Khuzaimah)

Akan lebih utama jika makan sahur itu diakhirkan waktunya, sehingga mengurangi rasa lapar dan haus. Hanya saja harus hati-hati untuk itu anda hendaknya telah berhenti dari makan dan minum beberapa menit sebelum terbit fajar, agar anda tidak ragu-ragu.
Segeralah berbuka jika matahari benar-benar telah tenggelam. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Manusia ssenantiassa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur" (HR. Al Bukhari, Muslim dan At Tirmidzi)

Usahakan mandi dari hadats besar sebelum terbit fajar, agar bisa melakukan ibadah dalam keadaan suci.
Manfaatkan bulan ramadhan dengan sesuatu yang terbaik yang pernah diturunkan di dalamnya, yakni membaca Al Quran.
"Sesungguhnya Jibril alaihis salam selalu menemui Nabi shallallahu alaihi wa salllam untuk membacakan Al Quran baginya."
(HR. Al Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu)

Dan pada diri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ada teladan yang baik bagi kita.

Jagalah lisanmu dari berdusta, menggunjing, mengadu domba, mengolok-olok serta perkataan mengada-ada. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum." (HR. Al Bukhari)

Hendaknya puasa tidak membuatmu keluar dari kebiasaan. Misalnya cepat marah dan emosi hanya karena sebab yang sepele, dengan dalih bahwa engkau sedang puasa. Sebaliknya, mestinya puasa membuat jiwamu tenang, tidak emosional. Dan jika anda diuji dengan seorang yang jahil atau pengumpat, ia jangan anda hadapi dengan perbuatan serupa. Nasehatilah dia dan tolaklah dengan cara yang lebih baik. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Puasa adalah perisai, bila suatu hari seseorang dari kamu berpuasa, hendaknya ia tidak berkata buruk dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa".
(HR. Al Bukhari, Muslim dan para penulis kitab Sunan)

Ucapan itu dimaksudkan agar ia menahan diri dan tidak melayani orang yang mengumpatnya. Disamping, juga mengingatkan agar ia menolak melakukan penghinaan dan caci-maki.

Hendaknya anda selesai dari puasa dengan membawa takwa kepada Allah, takut dan bersyukur kepada-Nya, serta senantiasa istiqamah dalam agama-Nya. Hasil yang baik itu hendaknya mengiringi anda sepanjang tahun. Dan buah paling utama dari puasa adalah takwa, sebab Allah berfirman: "Agar kamu bertakwa"(Al-Baqarah: 183).
Jagalah dirimu dari berbagai syahwat (keinginan), bahkan meskipun halal bagimu. Hal itu agar tujuan puasa tercapai, dan mematahkan nafsu dari keinginan. Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhu berkata:
"Jika kamu berpuasa, hendaknya berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa-dosa, tinggalkan menyakiti tetangga, dan hendaknya kamu senantiasa bersikap tenang pada hari kamu berpuasa, jangan pula kamu jadikan hari berbukamu sama dengan hari kamu berpuasa".

Hendaknya makananmu dari yang halal. Jika kamu menahan diri dari yang haram pada selain bulan Ramadhan maka pada bulan Ramadhan lebih utama. Dan tidak ada gunanya engkau berpuasa dari yang halal, tetapi kamu berbuka dengan yang haram.
Perbanyaklah bersedekah dan berbuat kebajikan. Dan hendaknya kamu lebih baik dan lebih banyak berbuat kebajikan kepada keluargamu dibanding pada selain bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan ketika di bulan Ramadhan.
Ucapkanlah Bismillah ketika kamu berbuka seraya berdo'a:
"Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan atas rezki-Mu aku berbuka. Ya Allah terimalah daripadaku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"


BACK PREVIOUS NEXT

No comments:

Post a Comment

software for you

AL-QURAN


Al-Quran Pencetus Manusia Berfikiran Kritiswww.iluvislam.comKiriman: permata emasEditor:b_b
Al-Quran merupakan sumber segala ilmu pengetahuan. Hal terbaik yang dapat diminta daripada kitab suci ini ialah dorongannya kepada manusia supaya berfikir. Di dalam al-Quran tidak terdapat suatu hukum yang bersifat melumpuhkan akal manusia untuk memikirkan kandungn maknanya dan tiada sesuatu perkara pun yang merintangi akal untuk mencari pelbagai ilmu yang bersifat luas. Maksudnya, al-Furqan tidak melarang mereka mencari ilmu dan berfikir, asalkan masih dalam ruang lingkup kebenaran seperti kata ungkapan ‘buat apa sahaja selagi benar’, bahkan al-Quran menggesa manusia berfikir dan mencari ilmu pengetahuan. Ia menjamin cara berfikir yang sihat dan pandangan yang benar terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang diciptakanNya sebagai saranan kepada manusia agar beriman kepadaNya. Berfikir adalah suatu perkara yang amat diperlukan bagi memahami semua bentuk peringatan, sebagaimana firman Allah SWT yang bermaksud:
Katakanlah (Wahai Muhammad): "Aku hanyalah mengajar dan menasihati kamu dengan satu perkara sahaja, iaitu: hendaklah kamu bersungguh-sungguh berusaha mencari kebenaran kerana Allah semata-mata, sama ada dengan cara berdua (dengan orang lain), atau seorang diri; kemudian hendaklah kamu berfikir sematang-matangnya (untuk mengetahui salah benarnya ajaranKu" (Surah Saba’: 46) Apabila kita memerhatikan al-Quran dengan tinjauan untuk menyelidik, kita akan dapati bahawa sesungguhnya ia mengarahkan akal manusia untuk mempergunakan kaedah yang lengkap dalam mencari hakikat. Antara ayat-ayat al-Quran yang berkisar tentang pemikiran kritis adalah: 1)
(Mengapa mereka yang kafir masih mengingkari akhirat) tidakkah mereka memerhatikan keadaan unta bagaimana ia diciptakan? (Surah al-Ghasiyah: 17) Kata soal ‘kaifa’ (bagaimana) itu menghendaki sebuah kajian dan cara untuk mengetahui hakikat sesuatu perkara. Allah SWT tidak memberi jawapan secara terang-terangan agar manusia itu bukan sekadar mengetahui sesuatu bahkan juga mengetahui bagaimana sesuatu perkara itu terjadi supaya manusia benar-benar mengenali dan meyakini sesuatu hal berlandaskan ilmu pengetahuan tentang apa yang telah diketahuinya. Dalam ayat di atas, al-Quran telah memusatkan perhatian kita sebentar tentang kejadian unta yang merupakan haiwan terdapat khususnya di negara-negara Arab sehingga pengkajiannya tidak memerlukan sesuatu objek yang sukar untuk dicari. Kita pasti akan berfikir dan mengkaji bagaimana unta dicipta berdasarkan firman Allah SWT tersebut. Hasilnya kita akan dapati bahawa istimewanya unta adalah mampu hidup selama beberapa hari tanpa air dan masih aktif di bawah terik mentari. Bonggol unta yang merupakan gumpalan lemak berfugsi menyediakan nutrient berkhasiat secara berkala semasa musim kekurangan dan kebuluran. Melalui sistem ini, ia mampu hidup selama tiga minggu tanpa setitis air ketika mengalami penyusutan 33% berat badan. Lantas, orang yang mahu berfikir akan memikirkan lagi siapakah pencipta unta yang mempunyai ciri sehebat begitu. Manusia sama sekali tidak pernah menjadikannya dan tentu sekali ia tidak terjadi dengan sendirinya. Maka, sudah pastilah pembuatnya tidak lain dan tidak bukan ialah Allah SWT Yang Maha Berkuasa. 

ramadhan

ramadhan
daftar sekarang !!!

khursus bahasa arab

http://www.belajarbahasaarab.com/KelasBahasaArabPercuma.pdf

nak jadi rakan affiliates

bines punye

quran